Tingkatkan Akselerasi Kemandirian Peternak, LPPM BAZNAS Gelar Rapat Kerja Program Balai Ternak

Home / Berita / Tingkatkan Akselerasi Kemandirian Peternak, LPPM BAZNAS Gelar Rapat Kerja Program Balai Ternak

Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM) BAZNAS mengadakan Rapat Kerja Program Balai Ternak BAZNAS. Dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 18-20 Desember 2019, kegiatan ini digelar di Saung Dolken Resort Bogor, Jl. Guru Muchtar, Kampung Kebon Karet-Cimahpar, Bogor. Sebanyak 9 orang pendamping dari berbagai wilayah binaan Balai Ternak BAZNAS hadir dalam kegiatan ini.

Mengangkat tema “Aklerisasi Kemandirian Peternak”, tujuan diadakannya kegiatan Rapat Kerja Program Balai Ternak BAZNAS selain untuk silaturahmi, adalah  untuk meningkatkan mutu tata kelola dan pengetahuan pendamping dalam mengembangkan program Balai Ternak BAZNAS. Selain itu juga untuk mengevaluasi kinerja pendamping selama tahun 2019, dan meningkatkan kinerja pendamping program dalam menjalankan program di tahun 2020.

Pada hari pertama pembukaan secara resmi, diawali dengan penyampaian kata sambutan oleh Eka Nofriansyah selaku Manajer Operasional dan Keuangan LPPM BAZNAS. Kemudian dilanjutkan pembukaan sekaligus penyampaian materi oleh Irfan Syauqi Beik selaku Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS dengan materi “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat”.

Pada kesempatan ini ada tiga hal yang sangat menarik yang disampaikan Irfan Syauqi Beik dalam Rapat Kerja Program Balai Ternak ini terkait mengubah mindset dalam mengerakkan zakat dalam program pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS berdasarkan tiga filosofi dari Prof Ataul Huq Pramanik. Ketiga hal tersebut adalah filosofi pengorbanan, dependency syndrom dan filosofi pembangunan.

Pertama, filosofi pengorbanan. pengorbanan merupakan hal fundamental seorang manusia dalam terutama menjalankan pekerjaan sebagai amil. Bekerja di dunia zakat itu mendorong kita untuk melakukan pengorbanan yang tinggi.  Pengorbanan tertinggi yang sangat penting yang kita lakukan adalah niat ikhlas karena Allah. Dengan ikhlas maka Allah akan mudahkan kita untuk melakukan setiap urusan kehidupan. Setiap hari kita harus memperbaharui niat kita, supaya apa yang kita kerjakan akan bermakna dan bernilai.

Kedua, filosofi dependency syndrome. Dependency syndrome merupakan mental ketergantungan yang berlebihan dari mustahik. Kita sebagai pendamping harus menghilangkan mental tersebut dari diri mustahik. Jika sudah hilang, maka akan tumbuh mental mandiri dan etos kerja. 

Ketiga, pembangunan dan development. Hal ini berkaitan dengan menciptakan kesempatan. Cara pandang amil BAZNAS harus senantiasa dalam mind set untuk selalu menciptakan kesempatan bagi mustahik. Kesempatan untuk mengakses pasar, kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri, kesempatan pada modal, kesempatan untuk meningkatkan kepercayaan diri, kesempatan pada akses pendidikan dan kesehatan yang lebih. 

Jika ketiga hal tersebut sudah tertanam dalam diri kita sebagai amil khususnya pendamping Balai Ternak maka akan cepat untuk meningkatkan kemandirian peternak dan menjadikan peternak berdaya. Irfan berharap kepada semua pendamping Balai Ternak BAZNAS yang hadir untuk terus semangat dalam melakukan pemberdayaan kepada peternak mustahik hingga nantiknya Peternak Mustahik menjadi mandiri. Semoga penerima manfaat dari program Balai Ternak BAZNAS lebih banyak lagi karena sektor perternakan merupakan sektor penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

#ZakatTumbuhBermanfaat

#LembagaPemberdayaanPeternakMustahik

#PendayagunaanBAZNAS

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

www.baznas.go.id

Leave a Comment